9 Alasan Untuk Kuliah Master di Belanda

9 Alasan untuk kuliah master di Belanda.

1. Membuka wawasan

Melihat keberagaman pemikiran orang-orang dari beragam belahan dunia. Solusi-solusi yang mereka berikan tidak selalu lebih bagus atau cocok untuk permasalahan Indonesia, tapi menarik untuk disimak.

2. Teman baru

Sekolah baru, teman baru, wajar. Kalau sudah ke Eropa, lingkar pertemanan mendadak berkembang pesat. Namun perhatikan kata “teman”, orang Belanda membadakan antara “friend” dan “classmate”. Selain itu juga ada PPI, yang sama-sama perantauan dan berjuang bersama, jadinya cukup solid.

3. Lebih menantang

Harus mengerjakan tugas kelompok, nulis paper, dan debat dalam kelas dengan orang yang kita tahu latar belakangnya, semuanya menggunakan bahasa Inggris. Zona nyaman sangat kecil, teman sejurusan yang sama-sama dari Indonesia jarang ditemui.

4. Atmosfir belajar yang tinggi

Fasilitas untuk belajar sangat terasa lebih banyak. Tugas dan ujian juga tidak bisa digarap semalam sebelumnya. Jadi perpustakaan selalu penuh walaupun kapasitasnya besar. Di sini, pilihan ke jenjang master juga hanya untuk orang-orang yang ingin lanjut ke akademis, jadi mereka sangat serius; tidak seperti Indonesia dengan alasan “belum dapat kerja”, “sambil nunggu jodoh lulus s1”, atau “biar dapat beasiswa”.

5. Perhatian dari dosen/ pembimbing

Sekelas hanya seorang diri yang mahasiswa non-Belanda? Tidak masalah, dosen akan membuat program/ assignment khusus untuk dikerjakan.

Dosen di sini sangat terbuka untuk berdiskusi, bahkan mereka mendorong untuk itu. Satu dosen hanya mengajar 1-2 pelajar dalam 1 kuartil (setengah semester), jadi mereka mempunyai banyak waktu untuk memerhatikan mahasiswa mereka.

6. Memahami cara berfikir penjajah

Dosen (Procurement and Tendering) saya memberikan sebuah pencerahan, bahwa dulu di Belanda kolusi merupakan langkah hukum yang legal sampai tahun 1990. Tak heran jaman dulu VOC mengenalkan kepada Indonesia sebuah sistem yang bobrok dan masih dipakai oleh para koruptor hingga sekarang. Sisi baiknya dari penjajahan adalah pengenalan infrastruktur bagus. Belanda dikenal dengan posisi tanahnya yang tenggelam (di bawah tinggi air laut) dan windmilnya yang kuat. Makanya duluan jurusan sipil yang dibangun di ITB. Mungkin kalau yang jajah Jerman, bakal jurusan mesin atau transport.

7. Masih lebih dilirik daripada Asia

Untuk para sesepuh, biasanya masih melirik lulusan Belanda daripada lulusan universitas Asia, atau bahkan Australi. Wajar dikenal karena mereka dulu penjajah. Apalagi kalau jurusan yang diambil bidang teknik keairan atau teknik sipil.

8. Kampus sedikit, jadi bisa dibanggain

“Saya kuliah di salah satu kampus 3 terbaik Belanda lho. Semacam ITB-UI-UGM lah kalau di Indonesia”. Statement ini benar karena kampus teknik di Belanda ini dikit. 3 kampus ini juga berkolaborasi untuk jurusan tertentu, terutama bidang teknik. Lebih dikenal dengan istilah 3TU. Mahasiswa boleh ambil mata kuliah tertentu di 3 universitas tersebut.

9. Wikipedia? Valid!

Last but not least. Salah satu mimpi terbesar seorang pelajar. Pernah merasakan sulitnya cari referensi ilmiah di Indonesia? Dosen bilang wikipedia tidak boleh dijadikan referensi karena bisa diubah-ubah sama siapapun yang lewat. Di Belanda sini wikipedia boleh dijadikan sumber yang valid, bahkan boleh dikutip dalam journal. Enak bukan?

Leave a Reply