A Quick Detour (4H3M)

Hari-hari terasa padat, dihantui tesis yang semestinya digarap, tapi belum dimulai juga. Pertemuan dengan dosen masih 1 bulan lagi. Ngisi waktu luang dengan masak, nonton, main dengan tetangga, tapi perasaan mengganjal masih tetap ada. “Ayuk lah mulai dikerjain” kata-kata yang sering terniatkan di pagi hari, terucap di siang hari, dan akhirnya terlupakan setelah maghrib. Langsung diputuskan untuk berangkat jalan-jalan dulu. Pesan hotel, bikin bekal makanan, pinjam gendongan bayi, belanja minuman, dan berangkat besoknya. Agak dadakan, tapi biasanya yang seperti ini yang jadi.

A quick detour from everyday life.

Rencananya mau dari Enschede bablas Paris, tapi takut tidak kuat. Akhirnya singgah bentar di Brussel sekalian jalan-jalan. Pulangnya baru bablas karena besoknya Aini harus imunisasi. Jadwal padat.

Day 1-2

Brussel kota yang menarik untuk “dijalani”. Tempat-tempatnya cenderung berdekatan, walaupun capek juga. Kalau berpindah tempat menggunakan angkutan umum rasanya sayang.

Day 2

Setelah pagi harinya cari makan all you can eat halal, kami berangkat ke Paris. Kalau kemarin sesampainya di Brussel kami langsung jalan-jalan (nggak mau rugi), sampai di Paris santai dulu karena perjalanan sudah memakan energi, apalagi mencari tempat parkir. Penginapan kami tidak di kota Parisnya, sedikit di luar, tapi masih bisa pakai tiket terusan zona 1-2 (tiket terusan paling murah).

Day 3

Berangkat lah kami ke kota menggunakan metro, enaknya metro datang tiap 3-5 menit, jadi tidak perlu nunggu lama. Sayangnya, harus naik turun tangga dan rasanya seperti labirin. Untung kami pinjam gendongan bayinya Mas Akbar, nggak kepikiran bawa stroller di sini. Tujuan wisata: mainstream. Kami ikut kebanyakan orang aja kalau masalah tujuan wisata, masih jadi followers. Arc de Triumph, Notre Dame, museum Louvre, menara Eiffel. Sayang sampai menara Eiffel sudah malam, jadi tidak sempat ikut tur kapalnya.

Kalau sudah sampai di dalam kotanya sih lebih enak muter-muter pakai bus karena bisa lihat-lihat kota, walaupun jadwalnya bisa tiap 20-30 menit dan kalau ada perbaikan bisa tidak ada sama sekali.

Day 3

Paginya langsung berberes, Aini kebangun karena berisik padahal masih ngantuk berat. Parkir mulai berbayar jam 9, ngejar biar masih gratis. Selain itu mau ke Versailles dulu sebelum pulang.

Sampai Versailles cuma duduk-duduk di ujung taman, panas. Hahah.

Lanjut lah kami berangkat menuju Enschede dengan mau mampir ke tempat kebab dulu. Sayang oh sayang, ada pekerjaan jalan jadi arus dialihkan sampai bingung. Sulit sekali di Perancis cari jalan lagi. Terbuang hampir 1 jam cuma buat nyari kebab yang sampai sana tidak ada juga. Akhirnya makan pizza.

Sampai di Enschede sudah senja, sekitar jam 10.

 

Leave a Reply