Anemia Saat Kehamilan – Thalasemia – 1

Kalau di Belanda, semua ibu yang sedang hamil akan langsung disuruh test HB, MCV, kadar gula dalam tubuhnya. Sebelum kunjungan pertama ke midwive, saya dikasih form dan disuruh test. Bisa dilihat pada page ini, paimarantau.com/pregnancy-diary-blood-test/ . Hasil cek darah akan langsung dikirimkan ke kantor midwifenya.

Saat kunjungan pertama tanggal 14 Maret, midwifenya bilang kalau Hb dan MCV saya rendah. Hb saya waktu itu 6.1, sementara MCV nya 59. Saat itu, kami langsung disuruh untuk menemui dokter keluarga buat test lebih dalam apakah saya ada hemoglobinopathie. Hemogobinopathie atau haemoglobinopathy itu kelainan genetik struktur hemoglobin. Saat dibilang Hb saya 6.1, saya langsung kaget. Saya taunya Hb normal itu 11-12. Masak Hb saya bisa serendah itu sih. Kalau sudah serendah itu kenapa saya ngak pingsan. Saya baik-baik aja kok, masih bisa jalan, naik tangga, sepedaan walalupun memang saya sering merasa pusing.

Pada 17 Maret, kami ke dokter keluarga kemudian diambil lagi darahnya. Dokter keluarga menanyakan riwayat keluarga saya, ada yang sakit anemia atau ada sakit terkait darah lainnya. Saya jawab tidak, karena sepengetahuan saya; mama, papa, mbak2, tante2, dan om saya tidak ada penyakit anemia, kanker darah, atau sakit yang berhubungan tentang darah.  Terus saya bilang, memang selama ini saya merasakan gejala anemia, seperti pusing dll dan udah 2 kali saya ingin mendonorkan darah tapi selalu ditolak, karena Hb saya selalu dibawah 11.

Pas tanggal 24 Maret, saya dan suami ketemu kembali family doctor. She said Hb saya turun jadi 5.8, namun hasil test darah lengkap belum keluar. Saya disuruh menunggu dulu. Dokter nya juga tidak prescribe obat atau vitamin apapun, tidak ada wewejangan apapun. Cuma disuruh tunggu hasil lengkap keluar dulu. That’s it. Saya pun bingung dan mulai khawatir, apa memang saya ada sakit darah turunan yah. So many questions pass through my head. Saya pun mulai surfing-surfing di internet terkait penyakit darah keturunan ini. Nah, saran saya kalau searching di internet, kalau bisa pakai bahasa inggris. Alasan pertama lebih lengkap dan terpercaya. Hal lain yang paling penting adalah kalau site luar negeri lebih edukatif dan informatif, sementara situs indonesia kebanyakan yang saya temui adalah forum ibu-ibu hamil yang malah buat makin panik.

Saya juga bertanya kepada teman saya, dia seorang dokter. Dia bilang Hb 5.8 consider sangat rendah, dan harusnya sudah ditransfrusi. Saat itu, saya belum mengabarkan perihal ini kepada Mbak kandung saya yang juga seorang dokter. Saya dan suami berpikir baiknya mengabarkan kepada keluarga ketika saya telah tau penyebabnya apa.

Setelah saya cari tahu lagi, ternyata unit/ satuan untuk Hb di Belanda berbeda dengan di Indonesia dan Amerika. Satuannya adalah mmol/l, sementara di Indonesia gr/dl. Untuk mengkonversikannya dibagi dengan 0,62. Jadi, Hb sebenarnya adalah 9.35 (satuan Indonesia), yang memang masih rendah, tapi tidak selebay yang saya bayangkan.

Setelah penantian yang rasanya sangat lama dan pencarian galau saya di google tiap harinya, akhirnya test darah lengkap saya pun keluar.

berlanjut ke part 2

Leave a Reply