Belanda – Day 7 – Jerman

Judul yang membingungkan. Hahah. Kami menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke teman baik kami di Bonn. Setelah dikecewakan sama penjual sepeda dan berbekal informasi seadanya jadinya kami berangkat ke Jerman.

Harga tiket untuk “traveling” dari Enschede ke Jerman adalah 43 Euro untuk kami berdua. Sebenarnya harga segitu bisa untuk up to 5 orang, tapi kami tidak menemukan teman untuk share cost itu. Disebutnya NRW-ticket. Bisa digunakan selama seharian (dari jam 9 pagi sampai jam 3 hari berikutnya) di daerah North Rhine-Westphalia untuk segala jenis transportasi publik. Terdengar seperti great deal bukan?

Peta NRW:

Enaknya tinggal di kota Enschede ini baru terasa kalau mau ke Jerman. Tiket dari sini sudah bisa menggunakan NRW karena Enschede masih masuk jaringan Deutsche Bahn. Walaupun kami salah membeli tiket tambahan untuk dari Enschede ke Gronau dulu. Hahah. Newbie.

Kami mendapat kereta yang jam 9.29. Btw kereta-kereta di sini begitunya on time sampai bisa atur jam dari keberangkatan kereta.
Cuaca selama perjalanan kami dari Enschede ke Koln dan Bonn mendung rata. Tidak hujan, angin juga sedikit. Lumayan lah. 🙂

smallDSC04075

Jaringan kereta Jerman juga sangat terintegrasi. Kemanapun mau pergi selalu ada pilihan kereta maksimal tiap 30 menit.

peta NRW

Selain itu jadwal di tiap stasiun terpampang jelas. Thanks to my dad yang sudah ngajarin cara bacanya pas kecil dulu. 🙂

smallDSC04081

Di perjalanan terlihat juga banyak pembangkit tenaga angin. Maybe someday Indonesia juga bisa mau bangun karena anginnya jauh lebih banyak. Fotonya kurang begitu jelas ketutupan pohon-pohon. smallDSC04119

smallDSC04123

Saat kita transit di Dortmunt dan nyari-nyari KFC buat beli kentang dan akhirnya nggak nemu, malah nemu ini:

smallDSC04134

Deutsche Fussball Museum. Although not a big fan of it, but it’s nice to be here.

Akhirnya beli coklat panas dulu untuk si bumil. 50cent (kalau di Koln 70 cent dan lebih encer)

smallDSC04136

smallDSC04144

Bawa juga bekal kebab kemarin yang belum habis. Btw, sudah ada 4 orang bilang “pertama-tama kebab nggak bisa abis 1, cuma bisa setengahnya, tapi kalau udah kebiasa nanti 1 yang besar juga terasa biasa aja..hahah”. So that’s valid. Sambil makan, sambil liatin orang masuk kereta ICE yang dulu sempat menjadi kereta tercepat di Eropa, sekarang sudah diungguli sama Itali. Btw pakai NRW tiket kami tidak bisa naik kereta ICE sama IC yang bagus ini. Tiket ekonomi lah.

smallDSC04142

Sampai lah kami di kota Koln (Cologne) untuk bertemu dengan teman kami yang malah jadi tukang foto kami berdua. Hahah. Sorry Dek.

smallDSC04149

smallDSC04172

Oiya, Koln ini termasuk salah satu kota tujuan para pengungsi terbesar. Salut dengan pemerintah Jerman yang mau menerima pengungsi walaupun mereka masih jadi pengemis saja. Sedih lihatnya. Apalagi orang Jerman banyak yang apatis sama orang luar.

smallDSC04173

Ada pengemis yang naruh gelas untuk tiap kebutuhannya. Seperti pernah baca di 9gag. Sayang yang dimintanya ada yang untuk narkoba dan bir. Ngemisnya depan apotek lagi. Hahah.


smallDSC04208

Menambah daftar yang membuat Koln terkenal selain kota mode dan katedralnya. Di sini banyak sekali toko-toko merek super mahal. Satu district hanya untuk toko fashion. Tentu kami hanya numpang lewat saja. Jalan kaki cepat di tengah jalan biar nggak bisa lirik kanan kiri, takut shock sama harga-harganya. :p

smallDSC04196

Kami cuma mampu beli “Pommes” – bahasa Jermannya French Fries/ kentang goreng. Banyak banget, buat 3 orang. 3 Euro. Enak, apalagi ditambah saos currynya.

smallDSC04212

Lanjut jalan lagi ke sungai paling terkenal dan paling panjang di Eropa – sungai Rhein.

smallDSC04228 smallDSC04240 smallDSC04245

Terlihat jembatan yang kami lewati menggunakan kereta.

smallDSC04233

Ternyata di jembatan itu juga untuk pasang-pasang “gembok cinta”. Sounds alay beut. Ngapain orang pasang gembok di jembatan. Nggak make sense. Bahkan katanya saking banyaknya gembok buat beban jembatan makin besar dan harus dibongkar. Sekarang udah banyak lagi.

smallDSC04259

Tapi ternyata Tuhan berkata lain. Kami menemukan gembok di dalam tas! Gembok untuk koper pas berangkat. Mau nggak mau harus pasang dan kuncinya kami buang ke sungai Rhein yang terkenal itu. Now we are criminals. :p

smallDSC04277

Bad hair moment. Skip!

Langsung lanjut balik menuju katedral. Dari luar memang terlihat besar dan megah. Something that you’ll notice is the never ending renovation.

 

smallDSC04297 smallDSC04299
smallDSC04301 smallDSC04316smallDSC04320smallDSC04330

Masuk katedral ini iklimnya apek, mungkin karena sirkulasi udaranya yang jelek. Memang lebih hangat daripada di luar. Ditambah bau lilin yang menyala dimana-mana. Suasanya seperti di awal-awal film Harry Potter.

Anyway, habis itu kami lanjut ke Bonn untuk bobok. :p

 

Leave a Reply