Catatan Salah Seorang Lurah Enschede

Berhubung lurah di Enschede ini tidak ada LPJ, di kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang sedikit sepak terjang seorang lurah di Enschede. Namun, mohon difilter dahulu sebelum diserap, karena catatan ini bersifat subjektif. Selain saya juga ada satu lurah lagi di kampus sebelah. Kami dipilih oleh warga dengan cara voting online saat itu dan mulai mendapat amanah sejak bulan November 2016. Sekarang sudah genap 1 tahun dan sudah saatnya untuk berganti. Bukan karena masa kerjanya terbatas 1 tahun, namun karena target kami lulus di bulan Januari dan membutuhkan waktu untuk proses pergantian lurah.

Seorang lurah dari sananya memang bukan ketua, kepala, apalagi presiden, ia tidak mempunyai wewenang untuk memimpin atau mumutuskan karena toh tidak ada organisasi apapun di bawahnya. Kami diamanahi di awal ‘kelurahan’ hanya untuk menjembatani antara awardee Enschede dan LPDP. Memang hanya itu tugas utamanya. Sesekali menginisiasi untuk kumpul-kumpul saling sapa agar para awardee saling kenal dan tahu siapa-siapa yang ada di lingkungan masing-masing yang seperjuangan. Di waktu lainnya menampung keluhan-keluhan saat LA macet, menyalurkan pertanyaan masalah administrasi, mendengarkan curhatan warga, dll.

Di tahun ‘kelurahan’ kami, memang tidak 100% awardee mempunyai jalur studi yang lancar. Tidak sedikit yang meleset sebulan-dua bulan dari masa studi yang semestinya. Bahkan ada yang telat satu semester. Apa yang harus kami lakukan untuk kasus-kasus seperti itu? Hanya bisa tanya kabar dan jika ada pertanyaan bisa disampaikan ke atas, terutama masalah administratif. Walaupun akhirnya disuruh untuk email.

Ada juga yang harus mempertimbangkan untuk ganti topik atau pembimbing karena pembimbingnya pindah tempat. Ada pula yang pulang dulu sambil nunggu waktu sidang. Ini banyak dialami para awardee PhD.

Jadi, tugas plus-plus lurah ini ternyata banyak. Berikut poin-poin yang menurut saya penting untuk kelancaran keberjalanan kelurahan ke depannya:

  1. Tugas yang paling besar dan utama adalah fungsi sebagai penghubung antara pihak LPDP dan awardee. Pihak LPDP ini banyak, dari mulai yang paling tinggi jabatannya yang bisa kita kontak langsung (Ibu Suri), sampai dengan jajaran administratif. Tergantung kebutuhan.
  2. Bagi para rekan-rekan awardee, silakan ajukan dan pilih lurah yang kalian anggap bisa ditumpahkan keluhan-keluhan kalian tanpa ada rasa sungkan. Bayangkan kalau LA macet atau studi telat, apakah calon lurah X bisa untuk dicurhatin? Mau curhat tapi harus bikin janji 2 minggu sebelum? Ini tugas lurah plus-plus yang utama. Semacam psikolog abal-abal wannabe. Dengerin sambil angguk-angguk. *Lebih mantap lagi kalau memang anak psikologi terapan :p.
  3. Netral. Mungkin bukan isu yang terlalu penting tapi kadang ada beberapa orang yang berpihak ke sana atau kemari saat ada konflik di dalam kelurahan. Konflik?! Ada saatnya muncul konflik, baik kecil maupun besar, baik semua orang di grup tahu maupun japri. Sangat penting untuk menjaga kekompakan.
  4. Tidak gila jabatan, apalagi kalau calon lurah X berfikiran lurah adalah jabatan. Saya melihat beberapa lurah di dalam negeri sendiri mengambil peran yang terlalu tinggi. Contohnya meminta pemotongan living allowance seorang awardee kelurahannya karena ybs tidak tahu keberadaannya. Ada juga yang protes karena adanya lurah angkatan baru yang dirasa melangkahi ‘hirarki’. Dan masih banyak lagi, menjadikan ‘jabatan’ lurah seperti hal yang ‘wah’. Memang ada banyak lurah-lurah yang punya wewenang lebih tinggi dan mengambil peran yang positif, contohnya menginisiasi program donor darah atau berbagi nasi bungkus di CFD, tapi toh hal-hal seperti itu bisa diinisiasi tanpa adanya jabatan khusus.
  5. ‘Proker’ tergantung kebutuhan dan request awardee. Kalau dianggap prokernya besar, tunjuk orang yang mengusulkan untuk menjadi penanggung jawabnya. Sempat ada beberapa ide yang tercetus tapi tidak diumumkan, dilanjutkan, dipikirkan, dll:
    • Kompilasi Q&A tentang masalah administrasi LPDP di Enschede maupun Belanda.
    • Kopdar, biasanya tiap semester 1x agar saling mengenal (terutama intake baru). Bisa diisi dengan games, potluck, dan mungkin sedikit presentasi yang membangun.
    • Simpan-pinjam. Sempat ada kemacetan yang mencemaskan saat perubahan direksi LPDP. Saya sempat bertanya ke lurah Jerman dan New Zealand yang menerapkan sistem simpan-pinjam. Mereka mempunyai bendahara khusus simpin ini dan awardee dapat menggunakan layanan ini dengan terorganisir dan hitam di atas putih. Saat itu dirasa Enschede belum membutuhkan sistem yang sekompleks itu.
    • dll.
  6. Bertemu dengan stakeholder dari kampus. Baik yang rutin saat lunch meeting maupun yang insidental saat ada awardee membutuhkan bridging. Intinya komunikasi dan menghubungkan.
  7. Bertemu dengan stakeholder LPDP dan jajarannya. Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat beberapa kali ke Den Haag mengisi jumpa temu dengan mahasiswa, terutama awardee LPDP. ‘Ibu Suri’ sekarang sedang memulai (lagi) untuk rutin skype meeting dengan para lurah untuk monev keadaan masing-masing daerah. Mungkin akan ada saatnya jajaran LPDP lainnya perlu ditemui saat kunjungan.
  8. Penyarapan dan penyalurah informasi terkini. Ada grup Whatsapp yang isinya lurah sedunia berikut ‘Ibu Suri’, jajaran monev, dan administrasi LPDP. Isinya informasi-informasi, tanya jawab, update, keluhan, laporan kegiatan, saling sapa, dll. Yang paling utama adalah penyerapan informasi penting dan menyalurkannya. Terutama saat para pegawai monev sudah mulai berkeluh tentang kelakuan awardee yang menyulitkan mereka. Perlu diperhatikan baik-baik apa yang mereka butuhkan dari awardee. :p
  9. Update peraturan terkini. Sekarang peraturan-peraturan banyak yang baru. Bukan berarti lurah harus dari PK dengan angka paling besar, tapi paling tidak sudah pernah membaca peraturan baru. Kadang ada awardee yang bertanya hanya untuk reassurance, tidak perlu sampai ditanyakan ke atas.
  10. Integrasi dengan PPIE. Mereka mempunyai sistem basis data yang bisa digunakan untuk mensortir para awardee juga. Data yang bisa diperlukan: jenis beasiswanya (LPDP atau yang lain), tanggal kedatangan dan kelulusan. Apakah perlu untuk menjadi bagian dari BPH PPIE? Memang lebih mudah dan saling menguntungkan.
  11. Super special thanks untuk rekan-rekan yang ikut membantu keluharan ini, terutama lurah kampus sebelah, mantan-mantan lurah, lurah bayangan kampus sebelah, pak camat, segenap warga kelurahan, dan rekan-rekan lainnya.

Sekiranya poin-poin penting yang ingin saya sampaikan cukup sekian. Semoga para awardee LPDP Enschede, Belanda, dan dunia lancar dalam studi masing-masing.

ditulis oleh Aden Firdaus pada bulan November 2017

Leave a Reply