Hilangnya (dan Kembali) Cincin Nikah di Schiphol International Airport

Jadi ceritanya waktu itu kami berangkat pulang ke Indonsia, for good. Kami sangat berterimakasih kepada teman-teman yang membantu beres-beres barang, bantu jual barang, bantu dititipin, dikasih sampah, dll.

Sampailah suatu hari kami di Schiphol International Airport di Amsterdam. Dengan bermodalkan kerompongan dunia, kami beranikan diri untuk pulang. Saat itu sedang ada malfunction pada semua conveyor belt yang ada di bandara. Jadi semua koper dan bagasi dibawa pakai trolley manual oleh petugas. Beberapa barang kami juga telat sampai, tapi diantar ke rumah habis itu.

Kembali ke cerita utama. Jadi setelah rempong taruh bagasi, kami lanjut masuk menuju ruang tunggu. Di security check yang kedua, semua barang yang nempel kan harus dilepas. Tanpa cek ulang setelah lewat body screening, kami lanjut ke ruang tunggu. Sampai ruang tunggu baru sadar kalau cincin nikah istri tidak ada di tangan dan juga di tas-tas. Ya sudah, hilang lah. Dengan sedikit bersedih hati kami kembali ke Indonesia.

Setelah googling, kami menemukan bahwa ada form lost & found untuk bandara Schiphol ini. Wow. Tapi kami tidak berharap banyak. Bandara sebesar itu, dengan traffic penumpang sebanyak 63,6 juta di tahun 2016 (wikipedia), mana mungkin nemu cincin yang ukurannya seuprit. Tapi yang penting ikhtiar dulu.

Kami buka webnya: https://schiphollostandfound.vebego.com/Pages/SchipholWebsite2/en/lost-and-found/

Isi semua point-pointnya dengan benar, sekilas halaman webnya:

Lanjut doa dan pasrah.

Tidak lama kami dapat email balasan kalau barang sudah bisa diambil di counter lost & found. Wew! Surprise banget. Bisa ternyata. Bingung lagi cara ambilnya. Singkat cerita, kami minta tolong teman untuk ambilin pas dia juga pulang ke Indonesia.

Yeay, cincin ketemu lagi dengan keadaan sehat walafiat.

Leave a Reply