Italiano with Baby (part 2)

Part 1, Part 2, Part 3

Hari ke-4 kami mulai dengan mengunjungi tempat ini. Gereja super tua.Di kota ini banyak bangunan-bangunan bersejarah. Tapi kami tidak masuk sana sini karena kurang stroller friendly. Dan waktu yang terbatas.Kalaupun masuk paling cuma sampai halaman yang gratisan dan bisa diakses stroller.Italian policemen.

Sungai di Florence yang airnya super jernih. Jembatan yang di sebelah kanan merupakan salah satu spot wisatawan. Di jembatan itu banyak toko-toko yang jual pernak-pernik perhiasan. Tidak lupa belanja buah di toko lokal biar hemat.Buat si kecil, highlight dari semua perjalanan ini tentunya adalah lari-lari bersama burung-burung. Sesekali istirahat di taman-taman kecil untuk meregangkan badan si kecil. Tapi biasanya habis itu agak sulit diajak lanjut pergi lagi naik stroller.Sampailah kami di kastil Florence ini. Di dalam kastil ini terdapat 2 spot wisata: museum Galleria Palatina (dalam kastil) dan taman kastil. Harga tiket masuknya lumayan lah, 13Euro/person untuk 1 spot wisata. Kami hanya ambil yang museum. Sebenarnya kalau suka seni dan punya waktu banyak, galeri ini sangat bagus. Bisa setengah hari sendiri kalau jalan santai sambil menikmati. Tapi berhubung kami bawa bocah yang pengen pegang ini itu, sulit rasanya untuk bisa lama-lama. Dan kalau Aini sedang ngoceh, suara cemprengnya menggema selantai.

Lesson learned: don’t go to a museum (of art) with a baby, especially if it is a paid one. Anak bakal bosan, tidak bisa lari-lari dan pegang-pegang juga. Bukan tempat untuk anak lah pokoknya.

Lanjut lagi mencari makanan halal, tempat kebab lagi. Yang jual orang Pakistan. Somehow kalau yang jual orang Pakistan, Bangladesh, India, dan sebagainya, mereka selalu sambil nelpon, mungkin sanak saudaranya di rumah.
Dan lanjut lagi kami pulang ke hotel.

Baby notes di Florence: jalanan dan trotoar banyak yang cubble stone. Kalau punya stroller dengan roda besar akan lebih enak. Kalaupun tidak ya masih doable kok. Sebelum berangkat, cari lokasi-lokasi seperti taman untuk istirahat. Bawa bekal roti kalau berangkat pagi karena tempat makan kebab di Florence jarang ada yang buka pagi.

Lanjut hari berikutnya. 🙂

Leave a Reply