Italiano with Baby (part 1)

Setelah banyak drama akhirnya kami memutuskan untuk Itali sebagai destinasi liburan setelah lulus. Total 7 hari 7 malam. Berikut itinerarynya. Cekidot:

Part 1, Part 2, Part 3

Day 1 – Berangkat & Milan

Berangkat dari Enschede ke Eindhoven dengan menggunakan mobil. Parkir di P+R Meerhoven. Tempat parkirnya agak jauh dari bandara tapi lebih murah. Alternatif lain bisa menggunakan kereta lanjut bus kota, atau menggunakan flixbus yang langsung ke bandara Eindhoven. Pesawat kami take off jam 12.50 menggunakan Ryan Air ke Milan – Bergamo. Harga tiket waktu itu 122.18 Euro untuk 2 orang dewasa dan 1 bayi. Sampai di bandara Bergamo jam 14.25. Kami lanjut menggunakan bus ke kota Milan. Di bandara ini terdapat banyak bus seperti Damrinya Soetta. Harganya pun cukup bersahabat: 5 Euro/ orang. Pilihan destinasinya juga ada beberapa. Perjalanan sekitar 1 jam sampai ke kota Milan. Lanjut ke hotel dan makan malam.

Di Milan banyak makanan halal, kebanyakan makanan Pakistan dan India. Harus dicoba!

Day 2 Milan & Venice

Pagi-pagi kami langsung cek out, nitip koper-koper di hotel, dan lanjut jalan-jalan di Milan. Kalau doyan jalan kaki, kota ini bisa dihabiskan dalam 1 hari jalan kaki. Kami membeli dayticket seharga 9 Euro (@4.5 Euro). Di awal kami naik bus nomor 94 untuk mengelilingi kota Milan. Sayang, waktu itu banyak pekerjaan konstruksi sehingga foto-foto pun kurang menarik. Pas itu kepikiran kalau jalanan kota ini penuh dengan comblestone yang tidak serata jalanan biasa di Belanda, jadinya kami memutuskan Aini digendong saja. Ternyata bukan keputusan yang tepat karena ini baru hari pertama perjalanan dan sudah capek.

Tujuan pertama menggunakan bus nomor 94 ini adalah The Castle of Milan (Castillo di Milano/ Kastil Milan). Di sini terdapat museum tapi kami tidak masuk.

Dari sini kami mulai berjalan kaki ke pusat kota Milan yang cuma seuprit. Kalau ada waktu lebih, bisa masuk-masuk ke museum-museum, gereja, dan dome.

Milan Cathedral ini adalah pusat perhatian kota ini. Ada lapangan besar juga untuk kami ‘beristirahat’. Anak dibiarin lari-lari ngejar burung-burung. Banyak pedagang yang nawarin makan burung, tapi berhubung baca-baca di internet kalau mereka suka maksa jadi kami selalu berusaha untuk menghindar.

List tempat wisata yang kami kunjungi:

  1. Castle of Milan
  2. Santa Maria Presso
  3. Royal Palace of Milan
  4. Milan Cathedral (Duomo)
  5. Piazza del Duomo
  6. Galleria Vittorio Emanuele
  7. Teatro alla Scala

Transportasi di Milan: spot-spot wisata dalam pusat kota Milan ini dapat dijangkau semua dengan berjalan kaki. Tidak perlu menggunakan transportasi publik untuk jalan-jalan.
Jangan sampai lupa urusan perut. Di sini banyak tempat makan halal. Memang tidak di setiap pengkolan, tapi mudah untuk ditemui dalam radius 10 menit jalan kaki.

Baby notes di Milan: jalanan kota ini, dan kebanyakan kota lain di Itali menggunakan cobblestone. Menggunakan stroller untuk bayi masih dimungkinkan. Naik-turun bus juga masih bisa teratasi. Kami tidak mencoba trem dan metro. Lapangan depan dome luas dan banyak burungnya, jadi menarik untuk anak meregangkan badan karena sebelumnya duduk di stroller atau digendong terus.

Jalan-jalan di Milan cukup 4 jam. Jam 13.45 lanjut dengan menggunakan kereta Trenitalia ke Venezia San Lucia Station di Venice. Tiket kereta api untuk 2 orang dewasa adalah 50 euro. Tiket kereta sudah dibeli dari rumah (Enschede) dengan menggunakan website https://www.italiarail.com/ , sebaiknya tiket antar kota-kota besar di Itali dibeli online, jauh-jauh hari. Harga tiket bisa dapat lebih murah.

Jam 16.10, sampailah kami di Venice.

Alih-alih pakai stroller, Aini suka naik koper. Let the kids be kids. Yang penting safety first:

Istirahat sebentar dan mencari makan malam halal di Venice. Makanan halal di Venice kurang bervariasi hanya ada pizza halal dan kebab. Kalau mau, bisa pesan pizza dan spagetti vegetarian, klo menu ini cukup banyak tersebar. Dari segi harga, rata-rata lebih mahal daripada kota lainnya.

Di kota ini juga banyak pedagang buah di jalanan utama kota Venice.

Day 3- Venice & Florence

Pagi-pagi kami memilih berjalan kaki ke pusat wisata Venice. Cukup jauh jalan kakinya. Saya sangat menyarankan untuk jalan kaki di Venice daripada menggunakan waterbus. Pilihan ini sepertinya menjadi opsi kedua buat turis. Selama jalan kaki, jalannya sepi, jadi kami bisa dengan leluasa menikmati indahnya Venice tanpa keramaian.

Liburan untuk bocah yang sebenarnya adalah main sama burung-burung.

Transportasi di Venice: moda transportasi utama di Venice adalah tranportasi air. Kalau transportasi umum ada water bus. Ticket one way 7 euro, sementara day ticket nya 20 euro. Sebenarnya mengelilingi pulau-pulau di Venice bisa jalan kaki kok asal kuat saja. Kalau agak modal bisa naik Gondola atau water taxi. Tentu ini lebih mahal dibandingkan water bus nya.

Baby notes di Venice : Selama di sini kami tidak menggunakan stroller karena diwanti-wanti oleh teman akan merepotkan. Memang lebih fleksibel kalau menggunakan gendongan, tapi ya harus gantian, jalannya jauh dan lama-lama berat juga. Kami melihat beberapa keluarga yang membawa stroller yang ternyata not impossible juga. Dari ujung hotel/ stasiun sampai spot wisata kira-kira ada 10 jembatan yang harus dilewati. Saran dalam pengambilan keputusan untuk stroller/ gendongan: Bayangkan jalan kaki 2 jam dengan bawa karung beras 10kg. :p

Setelah sampai waktunya, kami lanjut menggunakan kereta ke Florence. Berbekal pasta untuk makan di kereta.

Sampai di Florence, cek in di penginapan, taruh barang-barang, dan jalan lagi malam hari buat cari makan.Di sini banyak sekali pedagang imigran. Suasanya seperti di Indonesia, banyak pedagang dimana-mana, aturan jalan yang semrawutnya seperti di Indonesia, hanya saja arsitektur kotanya antik.Sampailah kami di tempat makan halal yang reviewnya lumayan bagus: Pak Halal Kebab, makanan India.Enak!Oiya, di Florence ini, lagi-lagi seperti di Indonesia, ada beberapa tempat laundry. Kami waktu itu belum pede bawa baju setengah porsi karena belum tahu. Mungkin lain kali baju-baju bisa dikurangi. Laundry ada juga di beberapa kota besar lainnya yang kami kunjungi seperti Milan dan Roma.Berakhirlah sudah hari ke-3 kami. Lanjut ke part 2.

Leave a Reply