Jalan-jalan Luxembourg (1/3)

Selesai puasa, masih di bulan syawal, cerita awalnya “mumpung lagi ada promo Flixbus ke Luxembourg cuma 15 euro”. Berangkatlah kami serombongan besar. Busnya dari Eindhoven. Jadi dari Enschede harus naik kereta dulu.

smallDSC09338

Bus baru berangkat jam 10. Summer gini jam 10 masih terang. Busnya arah Zurich, lewat beberapa kota, termasuk Luxembourg.

smallDSC09361

Sampai Luxembourg jam 2. Perjalanan sebenarnya cuma 4 jam. Tapi legroom busnya kecil. Kirain standar orang Eropa bakal lebih besar, ternyata nggak juga. Jadi foto grup dulu dengan pura-pura nggak capek.

smallDSC09369

Kekurangan kedua yang kami (saya dan istri) sadari adalah busnya sampai kota ini terlalu pagi. Nggak ada yang buka. Stasiun pun baru buka jam 6. Jadi mati gaya. Kota memang keliatan masih mati.

smallDSC09364

Akhirnya cari tempat berteduh dulu. Enaknya di kota ini ternyata banyak masjid. Ada 3-4. Satu sebelah timur stasiun. Tapi hampir jam 3 pun belum buka. Baru dibuka menjelang subuh.

smallDSC09381

Jam 3.15an masjid dibuka. Orang yang bukain agak heran tiba-tiba ada banyak orang Indonesia.

smallDSC09386

Masjidnya lapang. Surprised juga. Sedihnya selesai sholat, masjidnya ditutup lagi. Jadi kami harus pergi.

smallDSC09383

Jadilah harus melalang buana tanpa tujuan lagi. Ke stasiun berharap udah buka.

smallDSC09395

Ada sewa sepeda depan stasiun kayak di Antwerp Belgia. Sempat kepikiran sewa sepeda tapi harusnya punya kartu sewa.

smallDSC09420

Jam 5 masih gelap.

smallDSC09418

Mati gaya lumayan lama sampai akhirnya stasiun buka.

smallDSC09433

Kami pun beli daycard Luxembourg. Ada personal ticket, ada yang family ticket. Awalnya kami cemas karena kami artikan kata “family” adalah 2 orang tua dan 3 anak (maksimal 5 orang), gambarnya juga 2 orang tua dengan anak kecil 3. Tapi tulisannya 5 person, ya udah. Kartunya juga baru bisa dipakai mulai jam 8, hadeuh. Untuk ber 5 harganya 28 euro: http://www.visitluxembourg.com/en/luxembourg-card

smallDSC09445

Tempat kami beli daycardnya di stasiun kota. Masuk ke peron, belok kiri sekitar 30m. Ada bangunan semi-permanen di sebelah kiri.

Jalan lagi. Masih ngantuk-ngantuk tapi mataharinya membantu.

smallDSC09495

Foto dulu sana sini. Tiap ada landmark foto. Nggak ada landmarkpun foto. Sayang grupnya terlalu besar tapi ada yang nggak mau pecah. Padahal ada yang hamil dan mau foto-foto terus, jadi lambat. Ada yang beneran traveler, bisa jalan jauh dan menikmati the moment. Atau dibagi berdasarkan minat: suka museum dan indoor attraction, suka landscape dan outdoor attraction, dan suka sightseeing males jalan kaki jadi naik bus muter-muter aja. Akhirnya flow perjalanan bergantung yang paling lambat (kami). Jadi nggak enak malah dragging everybody down. 

smallDSC09557

smallDSC09578

smallDSC09573

Lanjutan:

Part 1

Part 2

Part 3

Leave a Reply