Masakan Rumah di Belanda

Banyak yang bilang kalau sudah merantau ke negeri orang harus sering-sering masak, kalau nggak nanti boros. Well, kami di kosan ini baru 3 minggu, jadi belum keliatan boros atau nggaknya kalau jajan terus. Orang juga bilang nanti skill memasak akan meningkat terus karena ada keterpaksaan. Kalau itu bener!

Sampai sini kami masih masak makanan berbau Indo. Semuanya masih menggunakan bawang-bawangan, makan masih pakai nasi, saosnya masih pakai sambel ABC (yang super mahal ). Dan sekali lagi harga bahan makanan di sini sama aja seperti di swalayan di Indo, hanya saja quality controlnya terlihat lebih baik.

Anddd… beginilah hasil masakan kami yang terbatas dengan tidak adanya masako, saos teriyaki, dan kecap yang agak enak. Fasilitas masak-masak lumayan tapi, jadi sangat membantu.


DSC04750ed

Mie goreng bikin bumil yang ngidam. 

DSC04747ed

Kalau ini kami beli tahu di toko asia yang teksturnya beda daripada tahu-tahu di Indo. Cuma selang 1 hari di dalam kulkas berubah jadi semacam spons. Masih eatable tapi.

DSC04751ed

Ini sop super enak. Jamur, wortel, kentang, dll. Tanpa mecin sama sekali. Huehue

DSC04766ed

Kliatannya enak? Kemanisan, kebanyakan kecap. Nggak enak sama sekali. Hasil coba-coba. 

DSC04764ed

Ini agak lumayan, tapi ternyata bumil cuma bisa makan kentangnya aja. Scrambled egg jamurnya nggak bisa.

DSC04763ed

Ini piza oven dimasak dipanasin pakai microwave. Lumayan lah buat ngisi perut kalau males masak.

DSC04770ed

Kalau ini masakan hasil bumil yang super enak juga. Perkedel + ayam bakar.

DSC04797ed

Kalau ini makanan “when-your-wife-has-an-early-class-and-you-just-can-make-egg-and-mushroom”. 

 

Leave a Reply