Menentukan Universitas Tujuan

Repost dari blog lama.

Sudah ada lebih dari 3 orang yang menanyakan “Bagaimana caranya memilih kampus/ universitas?”. Pada awalnya saya dan istri juga bingung memulai darimana, tapi seiring berjalannya waktu, dapat saya rangkum sebagai berikut:

  1. Tetapkan tujuan kuliah. Alasan “ikut-ikutan” tidak bisa diterima, baik oleh pemberi beasiswa, universitas, maupun hati nurani. Buatlah “I want to study because I am dumb.”, well, that’s my reason. Ada rekan-rekan yang ingin membangun negeri, sehingga membutuhkan keahlian khusus di bidangnya. Pekerjaan pembangunan daerah yang menuntut untuk pintar, dsb.
  2. Tentukan jurusan. Ini mudah, karena jika bukan karena background kuliah sarjana, maka karena tuntutan pekerjaan. Nothing else.
  3. Lihat tabel universitas yang disupport pemberi beasiswa, dalam kasus saya LPDP. Silakan klik link berikut* dan print tabelnya. Daftar perguruan tinggi dari LPDP merupakan 200 perguruan tinggi paling top di dunia.
  4. Coret negara-negara yang terlihat kurang mendukung dalam kehidupan studi. Seperti misalnya Jepang dan Jerman yang untuk kasus kami sulit untuk belajar bahasanya. Step ini bisa mengurangi minimal 30% dari daftar yang ada.
  5. Mulai browsing tiap2 website kampus yang ada. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
    • Jurusan yang disediakan
    • Jadwal intake (adakah tiap semester atau hanya 1 tahun 1x)
    • Lama waktu perkuliahan
  6. Tulis ketiga poin tersebut pada tabel sehingga memudahkan untuk melihat keseluruhan.
  7. Coret semua kampus yang tidak menyediakan jurusan yang dituju. Step ini bisa mengurangi minimal 50% dari daftar yang tersisa.
  8. Coret semua universitas yang tidak cocok dengan rencana kita mulai kuliah. (50% lagi)
  9. Coret yang tidak sesuai dengan lama waktu perkuliahan. Seharusnya setelah langkah ini akan hanya tersisa kurang dari 10 kandidat kampus.
  10. Buka browser lagi, browsing lebih dalam. Cari tentang fasilitas-fasilitas yang menunjang pendidikan, seperti laboratorium, field trip, koneksi, rangking kampus, jurnal internasional yang diterbitkan. Mapping ini sangat berguna untuk mempertimbang SWOT tiap-tiap kampus.
  11. Cari tahu tentang persyaratan-persyaratan tiap kampus. Seperti score IELTS, IPK, background jurusan, mata kuliah yang sudah pernah diambil, GRE (Amerika), pengalaman kerja 2 tahun (Jerman), surat rekomendasi dari profesor tertentu, aktif berorganisasi (MIT), dll.
  12. Di step ini atau sebelumnya sudah bisa mulai untuk sebar aplikasi pendaftaran ke kampus dan mendaftar untuk beasiswa.
  13. Stalking orang-orang yang sedang/ sudah kuliah di kampus-kampus tersebut. Message via facebook/ whatsapp. Tanyakan kehidupan di sana seperti apa.
  14. Tanyakan pendapat teman dan saudara, orang tua, dan terutama pendamping hidup jika sudah mengerucut pada 2-3 pilihan.
  15. Berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan yang terbaik. 

This is our case, mungkin untuk tiap individu bisa berbeda-beda. Beasiswa yang saya gunakan juga LPDP, mungkin jika target beasiswa lain seperti DAAD, AusAid, atau StuNed akan mempunyai pilihan yang lebih mudah.

Jangan lupa selalu perhatikan semua deadline yang ada di tiap kampus. Tulis semua angka yang terlihat di website universitas. 

*tabel update 2015 bulan Maret. Silakan cari yang lebih update jika ada.

2 Comments

Add Yours

Leave a Reply