Mengurus Anak Sambil Berkuliah?

Banyak orang bertanya-tanya, how can we manage to have a baby while both of us are students?. Saya sering sekali ditanya hal itu oleh teman-teman di Indonesia maupun di Belanda. Well, this is how.

1. Ganti-gantian masuk kelas
Kami kuliah ganti-gantian. Ambil mata kuliah yang berbeda dengan jadwal yang berbeda pula. Kalau misalnya bentrok, salah satu ngalah , nggak pergi kuliah.
Kalau Baba sedang ada deadline, Aini diurus seharian sama mama. Begitu juga sebaliknya.
Dengan sistem ganti-gantian ini, sampai Aini umur 6 bulan, kami sama sekali tidak pernah menitipkan Aini di daycare.

2. Titip sama tetangga orang Indonesia
6 bulan kami lalui dengan metode pertama. Tapi, saya dan suami sekarang harus mengambil mata kuliah yang sama. Wajib datang ke kelas dan sering kumpul kelompok. Jadinya kalau begini, Aini kami titipkan ke tetangga orang Indonesia. Alhamdulillah, ada ibu dengan 2 orang anak (12 tahun dan 4 tahun) yang dengan senang hati menjaga Aini selama kami kuliah. Kami menitipkan Aini setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu. Biasanya juga tidak lama, 2-3,5 jam. Alhamdulillah Aini mau dititipkan dan tidak rewel.
Kenapa saya lebih memilih menitipkan Aini sama orang Indonesia dibandingkan daycare?
– di daycare, anaknya kebanyakan. Kalau satu sakit, yang lain sakit semua
– cuma sebentar, tanggung kalau di daycare
– masih lebih nyambung dengan cara pengasuhan orang Indonesia
– kita tidak bisa mengontrol asupan apa yang diberikan di daycare (terutama daging2an yang belum tentu halal)

3. Belajarnya ganti-gantian atau malam hari
Ini yang agak sulit. Pagi sama sore hari, kami sibuk berkuliah, rapat sama teman kelompok, mengurus baby Aini terus belajarnya kapan. Kalau saya memilih waktu belajar dan mengerjakan tugas setelah Aini tidur tenang which jam 12 malam. Jam 8 malam, saya tidurkan Aini dan saya juga ikut tidur. Kemudian bangun jam 12 malam buat mengerjaan tugas. Kalau Baba Aini berbeda, baba Aini mengerjakan tugas di siang hari pas Aini dipegang sama Mamanya.

4. Satu kelompok
Ada beberapa kelas saya dan Baba Aini bareng. Kalau sudah begini, kami memilih untuk satu kelompok. Kenapa? Karena bisa mengerjakan tugas kelompok sambil jagain Aini di rumah. Bisa diskusi bareng sebelum bobok.

5. Bawa teman kelompok ke rumah
Kalau kelompokan saya memilih dengan orang Indonesia ataupun dengan anak-anak Internasional bukan orang Belanda. Jadi kalau kelompokan sama anak Indonesia ataupun anak internasional lebih nyantai. Teman-teman kelompok saya boyong aja ke rumah. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sambil menjaga Aini, saya bisa mnegerjakan tugas juga. Teman-teman kelompok juga kadang bantuin jagain Aini.  Yess, Mama dan Baba Aini bisa istirahat sejenak. Dan karena kami biasanya sedia makanan, mereka mau datang ke rumah. 😛 Kalau sama orang Belanda agak susah, kalau ngerjain tugas kelompok harus duduk hadep-hadepan sepanjang hari di perpus ataupun gedung kampus.
*terima kasih buat teman-teman yang sabar merelakan waktunya untuk kami 😉

6. Magang/ internship & tesis
Awalnya Baba Aini sempat sedih di jurusan kami tidak ada program internshipnya (kecuali minta dan ngurus sendiri). Namun ternyata enak karena tidak perlu pusing mikirin Aini akan ditaruh dimana. Insyaallah semester depan kami akan memulai tesis, nah ini yang belum kepikiran. Semoga bisa dapat topik yang bisa dikerjakan di rumah. :p

Leave a Reply