Moving On (Moving Out & Moving In)

There are certain moments in life where we have to move on. This time it’s physically. Actually, every year since our marriage. :p

Jadi di kampus University of Twente ini, mahasiswa maksimal boleh tinggal dalam kampus selama 1 tahun/ 1x kontrak saja (mana yang lebih dulu habis). Untungnya, kami dapat pengecualian, seperti rekan-rekan yang lain yang berkeluarga dan punya anak. Kami dapat lanjut tinggal di dalam kampus, walaupun tetap harus pindah housing entah kenapa. Ya sudah, lebih baik daripada harus cari-cari rumah lagi. Harganya? 10% lebih mahal dari sebelumnya. Suasananya? Tidak se-private yang sebelumnya. Tidak ada halaman untuk barbecue santai maupun ngerjain sepeda-sepeda. Kamar tidur juga hanya 1. Dapur terasa sempit, tempat kerjanya tidak ada dan kompor hanya 2 (listrik lagi). Kalau mau cuci baju harus ke laundry communal. Sepertinya sangat tidak menguntungkan.

Tapi positifnya kamar mandinya lebih besar. Kita juga makin sering harus ke dapur jadinya lebih tidak bisa malas-malasan. Hahah

Anyway, begini kondisi housing lama yang kami tinggalkan:

Bersih & rapi. Biar deposit bisa kembali utuh. 🙂

Dan begini rumah baru kami. Jaraknya sekitar 300m dari rumah lama.

You can see the level of happiness we are moving in here from Aini’s face expression.

This is basically it. All of it.

Andddd…these are our stuff from before. So. Much. Stuff.

However, there is one little thing that makes this home more valuable: Neighbors. So many. Bisa nitip Aini kapanpun ke (hampir) siapapun. Hahah.

Leave a Reply