Pengalaman Mengatasi Plugged Duct

Ibu-ibu yang menyusui pasti sudah tidak asing lagi sama yang satu ini. Plugged duct. Payudara rasanya sakit, terasa ada gumpalan, warna kemerahan. trus pas nyusu rasanya makin sakit.

Entah kenapa baby Aini sudah 6 bulan tapi saya masih sering aja mengalami hal ini. Kalau pas lagi kambuh, mungkin seminggu bisa 3 kali. Waduh, rasanya sungguh benar-benar tidak nyaman. Aini rewel kalau disusuin pakai payudara yang sedang mampet, karena kalau lagi plugged duct, aliran asi di payudara tidak lancar, jadinya aliran susu menjadi lambat. Bayi suka tidak sabaran kalau input asi enggak sederas biasanya.

Pada tulisan kali ini saya akan membagi tips bagaimana saya mengatasi plugged duct yang super sakit ini. Menurut saya, satu-satunya cara mengatasi plugged duct dengan mengeluarkan asi yang numpuk di payudara. Tapi gara-gara keburu mampet, proses pengeluaran asinya ini jadi terhambat.

Ini cara-cara mengatasi plugged duct versi Mama Aini:

1. Susuin bayinya terus
Ini sangat menyiksa yah. Bayangkan payudara kita sakit terus dihisap sama bayi. Memang ini tidak menyenangkan tapi ini cara yang paling efektif ibu-ibu.
Bisa juga dengan pompa. Tapi saya sudah coba, hisapan bayi jauh lebih efektif dibanding pompa. Kalau Aini nggak suka nempel di payudara yang plugged duct, jadi saya siatin deh. Setelah Aini menyusu kemudian saya lanjutkan dengan pompa.

2. Susuin bayi dengan berbagai pose
Kalau saya sedang plugged duct biasanya saya menyusui Aini dengan pose gaya sapi. Hehehe. Kedua tangan dan kedua kaki menjadi tumpuan. It is really silly yah. Tapi cara ini sangat ampuh. Minta bantuan gravitasi supaya aliran susu menjadi lancar.

3. Pijet dan tekan sambil menyusui/pompa
Ini memang sakit. Saya kadang sampe nangis *lebay kan. Di daerah yang sakit/bengkak, terus dipijit dan ditekan sambil susuin bayi ataupun pompa.

4. Mandi air hangat/Kompres air hangat
Nah, ini favorit saya. Sebelum menyusui/mompa, payudara yang sakit bisa dikompres air panas dulu. Kalau enggak ada kompresan, kita bisa pakai diapers bayi terus diisi air hangat. Terus payudara yang mampet, dikompres pake diaper tadi. Kalau saya cuma pernah sekali melakukan ini, karena sayang sama diapernya. Hehe. Saya biasanya showeran pake air panas kemudian payudara yang sakit dialiri air panas. Lama-lamain deh. Enak juga kan soalnya. Rileks sambil mandi air anget.
Habis mandi, cepat langsung ambil bayinya dan susukan atau langsung ambil alat pompanya.

5. Diberi tekanan
Nah ini cara baru yang saya temukan. Karena dipijet terlalu sakit jadi mungkin cara ini bisa jadi pilihan. Jadi misal daerah yang tersumbat itu daerah bawah payudara. Saya tidur tengkurapan, jadi area PD yang sakit tertekan. Atau misal daerah yang mampet, itu PD samping, saya tidur nyamping. Kira-kira 30 menit sampai asinya netes-netes sendiri. Kalau sudah netes-netes, langsung saya susuin Aini atau saya pompa.

Itu dia tips-tips saya dalam mengatasi plugged duct. Kadang dengan menyusui aja, plugged ductnya ilang tapi kalau jenis plugged duct yang membandel, kelima hal diatas harus saya lakukan semua. Jika semua sudah dilakukan, tapi doi masih belum hilang-hilang, bersabarlah dan terus susui bayinya.

Happy breast or bottle feeding.

Leave a Reply