Pregnancy Diary – Blood Test

Salah satu yang membedakan maternity care di Belanda dengan di rumah adalah adanya cek darah (disamping USG yang beruntungnya kami sudah bawa dari rumah). Di sini diminta cek darah. Ternyata cek darah bisa dilakukan dimana saja (termasuk Indo) yang penting ada hasilnya yang bisa dilihat. Sayangnya kami tidak tahu kalau boleh dan apa saja yang harus dicek. Berikut ceklistnya kalau ada yang sedang hamil dan mau ke Belanda:

IMG_20160303_151314ed

IMG_20160303_151327ed

Sama resepsionis di bidan katanya bebas mau dimana saja tes darah. Dia tidak memberikan rekomendasi/ rujukan. Padahal kami tidak tahu yang dekat (dan murah) dimana. Akhirnya setelah googling ada rumah sakit di centrum dan kami berangkat ke sana.

IMG_20160303_151837ed

Keliatannya dari luar rumah sakitnya besar dan terbayang kalau masuk bejubel sesak karena banyaknya pasien (macam RS Sardjito di Jogja atau RS manapun di Jakarta). Ternyata tidak. Resepsionisnya hanya ada 3 orang dan tidak ada yang ngantri. Mereka hanya bertugas menginput data standar pasien dan memberi arah kemana kita tuju. Sisanya bisa dilihat di layar informasi yang lumayan informatif.

IMG_20160303_152048ed

Di tempat cek darah hanya ambil antrian dan langsung masuk ruang tunggu dengan 9 pintu (ruangan) cek darah. Ngantri hanya 1-2 pasien saja karena saking banyaknya yang bertugas.

IMG_20160303_152148ed

IMG_20160303_152419ed

Bumil takut ditusuk jarum:

IMG_20160303_152246ed

Setelah disedot darahnya, kami pulang dengan lagi-lagi meninggalkan tanda tanya di otak kami. Ini bayarnya gimana? Keluar ruangan tes darah pulang-pulang aja, nggak ada pamit sungkem sama petugasnya. Hasil cek darahnya gimana? Hahah *ndeso.

Akhirnya tanya sama resepsionis depan lagi, tagihannya bakal dikirim ke rumah via pos dan kami disuruh bayar lewat bank. Hmm..fair enough. Entah kenapa orang sini suka banget kirim-kirim pos. Setiap pulang selalu cek isi kotak surat. 80% of the time selalu menemukan sesuatu di dalamnya, minimal iklan promo minggu ini.

Leave a Reply