Seluk Beluk Asuransi Belanda

Salah satu hal paling penting saat akan/ sedang tinggal di Belanda adalah masalah asuransi kesehatan. Menjadi salah satu syarat untuk mengajukan visa. Setelah melewati drama (istri) nangis-nangis hujan-hujan di musim dingin di halte bus gara-gara belum dapat insurance yang bisa nanggung kehamilan dan akhirnya menemukan blog penyelamat dari Mbak Isma di sini, akhirnya nulis juga tentang asuransi.

Berikut sekilas konsep yang saya pahami selama tinggal 1 semester di negeri kincir angin ini (super klise).

Ada bermacam-macam insurance di Belanda. Public dutch insurance, private dutch insurance, schengen travel insurance, student insurance, dan masih banyak lagi. Belum lagi liability, travel, car insurance, dll. Untuk master di University of Twente ini, kami mendapatkan langsung AON student insurance. Asuransi ini diurus oleh kampus, kita hanya perlu memberitahu kapan berangkat ke Belanda, sehingga pada saat touch down di Belanda sudah tercover. Asuransi ini sistemnya reimburse, jadi kita harus sedia dana dulu. Coverage juga meliputi kehilangan sepeda, travel di area Schengen (termasuk kehilangan barang), dan kehamilan. Mirip dengan sistem di Indonesia, tanggungan hanya berlaku setelah tanggal kontrak mulai.

Kondisi kami saat sampai di Belanda adalah hamil 7 minggu. Sehingga AON student insurance ini tidak mengcover. Ada alternatif asuransi yang banyak direkomendasikan teman-teman di sini dan alumni master tahun 2013: Menzis. Menzis ini memang terkenal karena base officenya di Enschede, walking distance dari stasiun. Sayang oh sayang, Menzis merupakan public dutch insurance. Artinya? Kita hanya bisa apply kalau punya pekerjaan di Belanda yang mana diartikan sebagai tax-payer. Sedikit aneh karena non-paid-internship, pekerjaan yang tidak perlu membayar pajak, dan PhD student (tergolong pegawai) masih bisa apply. Tapi ya sudah, kami tak punya hak protes. Saat itu sempat down dan kepikiran apa balik ke Indonesia untuk lahiran? Karena tanya temannya teman yang habis lahiran, dan dia memperlihatkan bill persalinan yang dicover asuransi, sampai lebih dari 9 ribu euro (caesar dan komplikasi lain). Wow juga kan, kalau dikurskan.. .. sekitar.. sudah lah.

Anyway, saya berfikir bolak balik Indonesia-Belanda akan lebih repot dan membahayakan janin. Jadi mending nabung dan cari sistem reimburse sama tetangga. :p

Saat itu sudah coba berkirim surat dengan SVB, semacam dinas yang mengurusi pensiunan dan kesehatan, untuk minta keringanan syarat pengajuan asuransi, namun ditolak. Sudah juga berkirim pesan dengan kementerian kesehatan, nego dengan AON, apply semua public dutch insurance yang ada di list ini dll. Hasilnya nihil.

Ikhtiar sudah maksimal, dan akhirnya tawakal saja. Sambil menjalani kuliah dan pemeriksaan rutin dengan bidan.

Akhirnya saya menemukan blog Mbak Isma. Secercah harapan kembali menyinari kehidupan kami. Langsung kontak-kontakan dan tanya-tanya dan langsung apply Interpolis health insurance. Ini merupakan private dutch insurance di bawah naungan RABO Bank. Asuransi ini tidak masuk ke dalam list karena mungkin private. Hari itu juga kami telpon dan mereka welcom, hanya disuruh datang ke RABO Bank untuk setor fotokopi ID dan melengkapi informasi besoknya. Setelah tidak sampai seminggu kami mendapatkan surat berisikan kartu asuransi. T_T

Jadi di sini kami sempat berusan dengan 3 macam asuransi kesehatan:

  1. Student insurance: mengcover kebanyakan kebutuhan seorang student. Tidak mengcover existing condition. Sistem reimburse. Basically asal status masih student bisa apply ini. Premi dibayarkan langsung oleh LPDP.
  2. Public dutch insurance: paket basic hanya mengcover kesehatan saja. Kisaran premi 90-100. Upgrade untuk mengcover service lebih seperti biaya bidan yang datang ke rumah setelah kehamilan sekitar 20 euro. Hanya bisa apply kalau punya status pegawai, di Enschede mahasiswa PhD termasuk, kota lain ternyata beda-beda. Bayar sendiri. Menerima existing condition.
  3. Private dutch insurance: mirip dengan public dutch insurance. Agak sulit ditemukan (pengalaman pertama). Siapapun boleh apply asal sudah punya BSN, semacam social security number.

 

Leave a Reply