WE ARE PREGNANT!!

Alhamdulliah, hari ini tanggal 4 Januari saya ke RS BMC Ibu dan Anak di Padang untuk periksa kehamilan. Jadi 2 hari kemaren, saya sudah test pack, dan memang sudah strip 2.

Nah, awalnya saya pikir saya tidak hamil. Saya tidak mual ataupun muntah. Saya hanya merasakan perut kadang suka kram atau tegang seperti saat mau mens. Hanya itu, tidak ada hal yang lainnya yang saya rasakan. Saya awalnya mengira ini hanya mens yang tertunda. Memang jadwal mens saya tidak teratur dan kadang suka skip juga. Berhubung bulan kemaren kita travelling a lot, jadi saya pikir saya hanya kecapaian saja. Nah, sebelum ini saya juga sempat testpack di 1 minggu sebelumnya, namun hasilnya negatif.

Setelah di-USG dokter, saya memang hamil!! Sudah 5 minggu 4 hari. Dokter bilang kantung janin sudah ada namun sedikit kecil. Tapi Alhamdulillah semuanya bagus dan baik. Btw, kantung janin baru berukuran 0.88 cm.

Bagaimana rasanya??
Wooo. Amazing sekali. Alhamdulillah diberikan amanah yang begitu besar dari Allah. Setelah kami diberikan kelulusan beasiswa LPDP, diterima di Universitas Twente, kemudian dititipkan janin oleh Allah.
Ya Allah, apa kita sanggup dan pantas diberikan nikmat yang begitu berlipat ini. Sungguh saya bersyukur dengan nikmat Allah ini tapi saya bohong kalau bilang saya tidak khawatir.

Pertama, dalam 2 minggu lagi, tanggal 20 Januari 2016, which is umur janin masih 7 weeks, saya harus terbang ke  Belanda. Penerbangan ke Belanda plus transit memakan waktu 18jam++. Kemudian harus sambung kereta selama 2 jam dari Schipol ke Enschede. Kebayang pasti capek. Orang yang tidak hamil saja capek, apalagi ibu hamil. Kehamilan saya yang masih muda membuat saya sungguh khawatir.
Namun, setelah saya tanyakan ke dokter kandungan, beliau mengatakan tidak apa-apa. Nanti dibekelin obat penguat janin, kalau perut terasa tegang boleh diminum. Namun kalau tidak tegang, tidak usah minum. Dokter bilang tidak masalah, kehamilannya bagus dan tidak ada keluhan juga.

Kekhawatiran kedua terkait perkuliahan. Banyak pertanyaan dari diri saya, apakah bisa berkuliah dengan baik sambil hamil dan mengurus anak. Apakah saya bisa menyelesaikan sekolah tepat waktu. Maklum s1 saya saja, sempat tertunda 6 bulan karena sesuatu dan lain hal. Jadi saya sedikit parno.
Masalahnya adalah kuliah ini harus selesai tepat waktu, tidak boleh molor. Beasiswa LPDP hanya menanggung waktu maksimum 24 bulan untuk magister dan kuliah saya di Twente berlangsung selama 2 tahun. Jadi tidak mungkin ambil cuti melahirkan dan sebagainya.

Kekhawatiran saya ketiga terkait pengurusan anak. Kalau di Indonesia, pastikan kalau lahiran ada mama disampingnya. Mama akan siap sedia mendampingi dan mengasuh cucunya. Nah, kalau saya di Belanda, gimana  donk.
Setelah berkonsultasi dengan mama dan Mbk Tika, mama pinginnya bisa mendampingi saya pas lahiran dan setidaknya sampai 3 bulan disana. Kemudian timbul lagi kekhawatiran baru, kasian mama saya sudah 60an harus naik pesawat 18 jam. Beliau juga tidak bisa Bahasa Inggris. Ke luar negeri jauh, cuma untuk naik haji saja. Saya takut merepotkan ortu.
Lah terus saya maunya gmn donkkk? Gak ada ortu takut gak bisa. Ada ortu tapi takut ngerepotin. Dasar galau.

Ketiga hal ini kekhawatiran saya terbesar sih.  Saya memohon ampun kepada Allah. Sudah dikasih nikmat sebesar ini tapi masih banyak khawatir. Mudah2an concern-concern saya ini dapat berlalu dan berubah menjadi syukur tiada syarat.
Mohon doanya teman-teman, saya tidak lagi banyak mikir dan menjadi hepi selama masa kehamilan ini.

Semoga dedek tumbuh sehat dan kuat yaaa.

image
Hasil USG 5W 4D

by Putri

1 Comment

Add Yours

Leave a Reply